Prabowo-Sandi Sampaikan Visi-Misi Dengan Konsep Town Hall Meeting AS

0

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan memaparkan visi misi sebelum debat. Pemaparan visi misi itu akan bergaya town hall meeting di Amerika Serikat. Dalam kegiatan itu, Prabowo dan Sandi menjabarkan visi dan misi secara lengkap dan mendalam.

“Iya, town hall meeting kalau di Amerika, itu kayak town hall, pertemuan di tengah kota, menyampaikan (visi misi),” kata Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada wartawan di Posko Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan.

Nantinya, kata Dahnil, Prabowo dan Sandi tidak hanya berpidato, tetapi juga bakal menjawab pertanyaan yang dilontarkan peserta yang hadir.

Advertisement

Awak media juga diperkenankan untuk meliput dan mengajukan pertanyaan.

Dahnil mengatakan pihaknya bakal mengundang relawan, ketua-ketua dan pengurus partai politik pengusung, serta tokoh-tokoh nasional.

Meski begitu, tanggal pelaksanaan belum ditetapkan. Dia hanya mengatakan kemungkinan besar town hall meeting dihelat pada 14 Januari mendatang.

Dahnil menyatakan Prabowo sudah sepakat dengan konsep acara pemaparan visi-misi seperti itu. Bahkan, lanjut Dahnil, nama townhall meeting juga diusulkan oleh Prabowo.

“Town hall meeting kalau di Amerika itu ada kayak townhall, pertemuan di tengah kota, menyampaikan visi misi,” kata Dahnil.

Dahnil mengatakan Prabowo memang ingin ada suatu acara di mana dirinya bicara mengenai visi misi secara mendalam. Terlebih, KPU tidak akan memfasilitasi.

Rencana Kegiatan town hall meeting tak lepas dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tidak memfasilitasi pemaparan visi dan misi kedua pasang kontestan pilpres.

Alasannya, karena tidak ada kesepakatan perihal format acara antara paslon Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi.

Terkait ketiadaannya pemaparan visi-misi yang sedianya difasilitasi KPU, Wakil Ketua BPN, Priyo Budi Santoso juga menyayangkannya.

“Saya harus katakan posisi kami, BPN Prabowo-Sandi agak sedih dengan terpaksa tidak jadi diselenggarakannya peristiwa visi dan misi pada tanggal 9 januari itu,” kata Priyo.

Priyo menjelaskan bahwa mulanya memang KPU yang mengusulkan agar ada acara khusus bagi paslon untuk memaparkan visi dan misi secara terbuka.

BPN, kata Priyo, setuju dan mengusulkan capres-cawapres yang menyampaikan visi misi secara langsung.

Namun, pandangan berbeda muncul di kubu Jokowi-Ma’ruf. Priyo mengatakan poros lawan menganggap pemaparan visi dan misi cukup dilakukan oleh anggota timses.

Alhasil, KPU tidak jadi memfasilitasi lantaran tidak ada kesepakatan antara kedua kubu. KPU kemudian mempersilakan masing-masing paslon untuk membuat acara sendiri jika ingin menyampaikan visi dan misi secara terbuka

Laporan : Rusdil Fikri

Info Lomba Terbaru