Pertama Kali di Dunia: Pencatatan dan Penertiban Akta Perkawinan dan Akta Kelahiran Sekaligus Penerbitan Nomer Induk Kependudukan

0

TAWAU, KataIndonesia.com – Ada yang istimewa dalam penyelenggaraan kegiatan pencatatan dan penerbitan akta perkawinan dan akta kelahiran di KRI Tawau pada tahun ini. Selain menerbitkan akta perkawinan dan kelahiran, WNI peserta kegiatan yang terverifikasi dapat sekaligus memperoleh nomor induk kependudukan (NIK) dengan kode khusus 99, untuk menandakan bahwa nomor induk tersebut diterbitkan di luar negeri.

Data pengajuan pembuatan dan perpanjangan passport KRI Tawau pada tahun 2018 mencatat terdapat sekitar 110.000 pemohon. Banyak dari WNI tersebut yang menikah dengan sesama WNI di Sabah dan belum mencatatkan/meresmikan pernikahannya maupun anak-anak hasil pernikahannya ke instansi berwenang di Malaysia maupun di Indonesia. Padahal, hal ini menimbulkan resiko dan kerentanan pada perempuan dan anak-anak hasil pernikahan tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut, Konsulat RI Tawau untuk kedua kalinya bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, beserta Pemuka Agama dari Tawau dan Nunukan menyelenggarakan Kegiatan Pencatatan dan Penerbitan Akta Perkawinan dan Akta Kelahiran di kantor Konsulat RI Tawau. Sebelumnya, KRI Tawau telah 5 kali menyelenggarakan kegiatan Pencatatan pernikahan bagi WNI muslim.
Dalam sambutannya pada acara pembukaan, Konsul RI Tawau, Sulistijo Djati Ismojo, sampaikan

“…kegiatan ini merupakan upaya Konsulat RI Tawau dalam rangka memberikan perlindungan dalam bentuk kepastian hukum bagi WNI/TKI di wilayah Kerja KRI Tawau yang telah melakukan perkawinan secara Katolik maupun Kristen, namun perkawinan tersebut belum dicatatkan/didaftarkan.”

Untuk melakukan proses pencatatan di data base Kementerian Dalam Negeri RI Indonesia, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara khusus menugaskan Tim dari Jakarta ke Tawau. Sedangkan, untuk memverifikasi keabsahan pernikahan para WNI, KRI Tawau bekerja sama dengan pemuka agama Kristen dan Katolik dari Tawau dan Nunukan.

Pelaksana Fungsi Konsuler KRI Tawau, Vara Dwikhandini, selaku Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Pencatatan dan Penerbitan Akta Perkawinan dan Akta Kelahiran KRI Tawau sampaikan laporan bahwa sebanyak 200 pasangan suami istri Warga Negara Indonesia (WNI) telah mendaftar untuk dicatatkan akta kawin dan lebih dari 500 anak telah mendaftar untuk diterbitkan akte lahirnya. Ia menjelaskan bahwa sebagaimana diatur di dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, meski perkawinan sah dilakukan menurut agama dan kepercayaan, namun di mata negara perkawinan tersebut dianggap tidak sah jika belum dicatat oleh Kantor Urusan Agama atau Kantor Catatan Sipil.

Selama ini banyak WNI/TKI khususnya yang lahir di Sabah, Malaysia kesulitan memperoleh KTP dan KK ketika mereka kembali ke Indonesia. Dengan penerbitan NIK di Tawau, diharapkan mereka tidak akan menghadapi kesulitan yang sama.