Penggunaan Kontrasepsi Meningkat Di 69 Negara Miskin Di Dunia

0

JAKARTA, KataIndonesia.com – Penggunaan kontrasepsi mengalami peningkatan di 69 negara termiskin di dunia.

Begitu bunyi laporan terbaru yang dirilis oleh Keluarga Berencana 2020 (FP2020) akhir pekan kemarin (Minggu, 18/11). FP2020 sendiri adalah organisasi global yang dibentuk pada 2012 setelah pertemuan puncak mengenai keluarga berencana di London.

Dalam laporan tersebut, ditemukan bahwa ada peningkatan hampir 46 juta wanita dan gadis di negara-negara berpenghasilan terendah di dunia telah mendapatkan akses ke kontrasepsi selama enam tahun terakhir.

Dengan demikian, saat ini ada sekitar 317 juta wanita dan gadis memiliki akses ke kontrasepsi di 69 negara berpenghasilan terendah.

“Beberapa kemajuan terbesar terjadi di Rwanda dan Burkina Faso, dua negara yang telah menetapkan tujuan dan berjuang untuk mencapainya,” kata Direktur Eksekutif FP2020, Beth Schlachter.

“Negara lain yang telah mengalami banyak pertumbuhan adalah Afghanistan, yang merupakan lingkungan yang sangat kompleks,” sambungnya.

Dia menambahkan, hambatan terbesar dalam kampanye penggunaan kontrasepsi adalah hambatan sosial, budaya, agama dan keluarga.

“Fakta bahwa wanita harus memiliki otonomi atas tubuh mereka adalah sesuatu yang masih menjadi masalah di banyak tempat,” tambahnya,

“Juga sulit untuk menjelaskan bahwa ini bukan sesuatu yang hanya tentang wanita, tetapi juga tentang pria. Dalam hubungan yang sehat, kedua belah pihak harus memiliki percakapan terbuka tentang apakah, kapan dan berapa banyak anak yang mereka inginkan,” tutupnya seperti dimuat Al Jazeera.