Pengamat : Kalangan Santri Layak Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

0
SUKSESKAN  

JAKARTA, KataIndonesia.com – Jika bursa capres mengerucut pada dua nama yaitu Jokowi dan Prabowo, namun tidak demikian dengan Cawapres. Bursa Cawapres tampak lebih ketat dan menarik dibanding Capres. Sejumlah nama untuk masing-masing kubu capres kini mencuat ke permukaan publik.

Pengamat politik dari UIN Jakarta Saifuddin Asrori mengatakan Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya mengambil calon wakil presiden dari kalangan santri. Menurut Saifuddin, dari beberapa kelompok yang saat ini berusaha untuk menjadi cawapres Jokowi, kalangan santri cenderung lebih solid.

“Kelompok militer dan Polri terpecah pada banyak kubu. Begitu juga dengan kalangan pegawai negeri dan birokrat. Sementara kalangan santri cenderung masih solid, walaupun ada beberapa kelompok di kalangan santri, ada perbedaan besar di dalamnya,” ujar Saiffuddin (24/5/2018).

- Advertisement -

Dari sejumlah kelompok yang ada, Saifuddin mengusulkan agar Jokowi lebih memilih cawapres dari kalangan santri. Selain bisa menjawab berbagai isu nasional yang saat ini berkembang, santri memiliki potensi untuk bisa mengikuti semua perkembangan dan kebutuhan yang ada.

“Tentunya sosok yang perlu dipilih Jokowi bukan sekadar santri. Namun santri yang memiliki kapasitas intelektual yang sangat bagus. Ia memiliki kemampuan manajemen yang baik, serta mengusai isu teknologi dan ekonomi,” jelas Saifuddin.

Menurut Saifuddin, beberapa nama dari kalangan santri yang layak menjadi cawapres antara lain Muhaimin Iskandar, M Romahurmuziy, Mahfud MD, dan Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.

Bila mengacu Saat ini untuk di kalangan politik santri memang ada dua nama yang mencuat yaitu Ketua Umum PPP M Romahurmuziy dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Di antara nama itu, Saifuddin menyebut Rommy memiliki keunggulan lebih.

Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin menurut Saifuddin terlalu kental warna politik dan belum memperlihatkan kapasitas intelektual dan penguasaan bidang ekonomi dan teknokrasi. Selain itu, Cak Imin terkesan ‘menyandera’ Jokowi dengan syarat harus diambil sebagai cawapres. Selain itu, Cak Imin masih main dua kaki dengan membuka opsi bisa berkoalisi dengan Prabowo.

Sementara itu Rommy memiliki sejumlah hal yang belum dipenuhi oleh Muhaimin. Rommy menurutnya juga lebih mudah diterima semua kalangan santri. Tidak hanya NU, namun juga Muhammadiyah dan berbagai organisasi Islam lainnya yang ada di Nusantara.

Dalam waktu yang masih beberapa bulan ini, Rommy menurutnya bisa semakin mengentalkan dirinya sebagai seorang santri berintelektual. Untuk itu Rommy perlu melakukan sejumlah hal. Misalnya memunculkan sejumlah solusi yang dihadapi oleh bangsa ini, di antaranya menyampaikan blue print tentang redikalisasi yang cocok bagi bangsa ini.

“Untuk menggalang suara santri, Rommy bersama PPP menggagas gerakan santri berskala nasional yang dikampanyekan di lapangan atau ruang publik yang luas, sehingga bisa mempengaruhi opini masyakarat,” tambah Saifuddin.

Ada sejumlah hal lain yang sebenarnya bisa dilakukan Rommy dalam waktu dekat ini. Apalagi didukung oleh infrastruktur partai yang kini bergerak hingga tingkat bawah.

 

 

LAPORAN: M RUSDIL FIKRI                                           EDITOR: HAFYZ MARSHAL

SHARE
Previous articlePerry Warjiyo, Si Anak Petani yang Jadi Gubernur BI Periode 2018-2023
Next articlePLN Berbagi 20.000 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Jabodetabek
Kata Indonesia
Kata Indonesia (kataindonesia.com) adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, Kata Indonesia hanya mempunyai edisi daring yang berusaha menjadi salah satu situs berita yang penyajiannya fokus untuk informasi-informasi positif. Situs berita ini, menyediakan berbagai macam berita yang terjadi baik itu berita lokal, nasional, hingga internasional secara aktual.