Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI Gandeng Pondok Pesantren Darunnajah Sosialisasi Gerakan Hemat Air Wudhu

0

JAKARTA, KataIndonesia.com – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI Peduli) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat pada kamis 19 Juli 2018 di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta, Tim Pengmas UI Peduli memberikan sosialisasi hemat air wudu kepada sekitar 400 orang guru di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami Jakarta.

Pengmas 2018 ini merupakan kegiatan lanjutan dari program yang sama pada tahun 2017 lalu yang lebih fokus pada aktivitas wudu di 10 masjid Kota Depok, pada tahun ini alasan dipilih Pondok Pesantren karena para santri yang tetap dan hetrogen dari berbagai daerah di Indonesia serta pondok pesantren merupakan lembaga yang bukan hanya sarana transfer ilmu tetapi juga sarana membangun karakter bangsa.

Ketua Tim Pengmas UI Peduli, Fauzan Muslim mengatakan, ketersediaan air di dalam tanah dari tahun ke tahun semakin berkurang. Ketika eksploitasi air tanah dilakukan secara berlebihan, krisis air akan terjadi dimana-mana. Gerakan Hemat Air Wudu ini mengajak orang untuk mulai memerhatikan kelestarian lingkungan, dimulai dari hal paling sederhana.

“Tujuan program untuk mensosialisasikan dan mengedukasi pentingnya etika Islam dalam pelestarian lingkungan dan sumber energi air, terutama dalam berwudu” ujar Fauzan di hadapan audiensi, Kamis, (19/7).

Sebelum melakukan sosialisasi, tim pengmas UI dalam melakukan penelitian yang bekerjasama dengan I Made Indradjaja Marcus Brunner selaku dosen Fakultas Teknik Universitas Podomoro Jakarta, dalam menciptakan teknologi berupa pemasangan kran hemat air dan kegiatan penelitian dilakukan dengan memasang alat dan menganalis potensi penghematan air menggunakan alat tersebut yang diberi nama pembatas aliran (flow restrictor)

Dari hasil penelitian yang dilakukan, Fauzan menerangkan, volume air yang terpakai untuk wudhu rata-rata 3-4 liter 55 – 60 Detik. Dengan alat penghemat air ini, debit air yang keluar dari keran dapat diatur lebih kecil. Penggunaan air wudhu dapat dihemat menjadi sekitar 1 liter. Dalam jumlah besar, akan terlihat penghematan jumlah airnya.

Lebih lanjut, Bastian Zulyeno selaku bagian Tim Pengmas UI mengatakan, bahwa yang ingin diubah itu adalah prilaku dan kebiasaan masyarakat dalam penggunaan air, salah satunya dengan menghemat pemakain air dalam berwudhu.

“Sebenarnya yang ingin kita ubah itu adalah prilaku dan kebiasaan masyarakat dalam penggunaan air, salah satunya dengan menghemat pemakain air dalam berwudhu. Wudhu implementasi dan bentuk ketaatan dapat berubah menjadi kemaksiatan jika pemakaian airnya berlebih-lebihan atau tabzir,” tambah Bastian.

Harapannya dengan diadakan sosialisasi gerakan hemat air wudu dengan pemasangan alat penghemat air di tempat-tempat wudu tidak ada masyarakat yang panik menyangka kran air rusak dan sebagainya.

“Tetap memenuhi syarat untuk wudhu, Wudhu tidak harus berlebihan. Karena, ukuran wudhu itu hanya satu mud di dalam ilmu fiqih, satu mud itu kira-kira satu liter sampai 1,5 liter. Cukup itu,” tutup Fauzan. Lebih lanjut, Fauzan mengatakan, gerakan ini juga sekaligus bentuk etika Islam terhadap lingkungan.

LAPORAN: RUSDIL FIKRI

Advertisement