PENULIS: Putu Felia Mahasiswi London School of Public Relation

KATAINDONESIA.COM –  Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh menjadi sel kanker. Sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Sel-sel yang terus menerus tumbuh menjadi benjolan yang disebut dengan tumor.

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker. Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal.

Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.Kanker dapat menimpa semua orang, pada setiap bagian tubuh, dan pada semua gologan umur, namun lebih sering menimpa orang yang berusia 40 tahun.

Umumnya sebelum kanker meluas atau merusak jaringan di sekitarnya, penderita tidak merasakan adanya keluhan ataupun gejala. Bila sudah ada keluhan atau gejala, biasanya penyakitnya sudah lanjut.

Kanker atau neoplasma ganas adalah penyakit yang ditandai dengan kelainan siklus sel khas yang menimbulkan kemampuan sel untuk:tumbuh tidak terkendali (pembelahan sel melebihi batas normal), menyerang jaringan biologis di dekatnya.bermigrasi ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik, disebut metastasis.

Tiga karakter ganas inilah yang membedakan kanker dari tumor jinak. Sebagian besar kanker membentuk tumor, tetapi beberapa tidak, seperti leukemia. Cabang ilmu kedokteran yang berhubungan dengan studi, diagnosis, perawatan, dan pencegahan kanker disebut onkologi.

Kanker menyebabkan banyak gejala yang berbeda, bergantung pada lokasi dan karakter keganasan, serta ada tidaknya metastasis. Diagnosis biasanya membutuhkan pemeriksaan mikroskopik jaringan yang diperoleh dengan biopsi. Setelah didiagnosis, kanker biasanya dirawat dengan operasi, kemoterapi, atau radiasi.Kebanyakan kanker menyebabkan kematian. Kanker adalah salah satu penyebab utama kematian di negara berkembang. Kebanyakan kanker dapat dirawat dan banyak disembuhkan, terutama bila perawatan dimulai sejak awal.

Banyak bentuk kanker berhubungan dengan faktor lingkungan yang sebenarnya bisa dihindari. Merokok dapat menyebabkan banyak jenis kanker dibanding faktor lingkungan lainnya. Tumor (bahasa Latin; pembengkakan) menunjuk massa jaringan yang tidak normal, tetapi dapat berupa “ganas” (bersifat kanker) atau “jinak” (tidak bersifat kanker). Hanya tumor ganas yang mampu menyerang jaringan lainnya ataupun bermetastasis. Kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening maupun pembuluh darah ke organ lain.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara berkembang lainnya kanker sekarang ini bertanggung jawab untuk sekitar 25% dari seluruh kematian.[2] Dalam setahun, sekitar 0,5% dari populasi terdiagnosis kanker.

Pada pria dewasa di Amerika Serikat, kanker yang paling umum adalah kanker prostat (33% dari seluruh kasus kanker), kanker paru-paru (13%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker kandung kemih (7%), dan “cutaneous melanoma (5%). Sebagai penyebab kematian kanker paru-paru adalah yang paling umum (31%), diikuti oleh kanker prostat (10%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker pankreas (5%) dan leukemia (4%).Untuk dewasa wanita di Amerika Serikat, kanker payudara adalah kanker yang paling umum (32% dari seluruh kasus kanker), diikuti oleh kanker paru-paru (12%), kanker kolon dan rektum (11%), kanker endometrium (6%, uterus) dan limfoma non-Hodgkin (4%). Berdasarkan kasus kematian, kanker paru-paru paling umum (27% dari kematian kanker), diikuti oleh kanker payudara (15%), kanker kolon dan rektum (10%), kanker indung telur (6%), dan kanker pankreas (6%).

Statistik dapat bervariasi besar di negara lainnya. Di Indonesia, kanker menjadi penyumbang kematian ketiga terbesar setelah penyakit jantung. Penyebab utama kanker di negara tersebut adalah pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, merokok, dan pola makan yang tak sehat. Pada tanaman, kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis jamur/ bakteri tertantu. Pola invasi kanker tanaman dan kaner pada manusia sangat berbeda.Dari segi biaya, penyakit kanker merupakan penyakit nomor 2 di Indonesia, setelah hemodialisis yang banyak menghabiskan dana pemerintah.
Tentang Payudara
Payudara terdiri dari kumpulan kelenjar dan jaringan lemak yang terletak di antara kulit dan tulang dada. Kelenjar di dalam payudara akan menghasilkan susu setelah seorang perempuan melahirkan. Kelenjar-kelenjar susu disebut lobule yang membentuk lobe atau kantung penghasil susu. Terdapat 15 sampai 20 kantung penghasil susu pada setiap payudara, yang dihubungkan dengan saluran susu yang terkumpul di dalam puting. Sisa bagian dalam payudara terdiri dari jaringan lemak dan jaringan berserat yang saling berhubungan, yang mengikat payudara dan mempengaruhi bentuk dan ukuran. Terdapat juga pembuluh darah dan kelenjar getah bening pada payudara.

Kanker Payudara terbentuk dari lemak, jaringan ikat, dan ribuan lobulus (kelenjar kecil penghasil air susu). Saat seorang wanita melahirkan, Air Susu Ibu (ASI) akan dikirim ke puting melalui saluran kecil saat menyusui.
Sel-sel dalam tubuh kita biasanya tumbuh dan berkembang biak secara teratur. Sel-sel baru hanya terbentuk saat dibutuhkan. Tetapi proses dalam tubuh pengidap kanker akan berbeda.

Proses tersebut akan berjalan secara tidak wajar sehingga pertumbuhan dan perkembangbiakan sel-sel menjadi tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut juga bisa menyebar ke bagian-bagian tubuh lain melalui aliran darah. Inilah yang disebut kanker yang mengalami metastasis.

Jika terdeteksi pada stadium awal, kanker dapat diobati sebelum menyebar ke bagian lain tubuh. Gejala awal kanker payudara adalah benjolan atau penebalan pada jaringan kulit payudara. Tetapi sebagian besar benjolan belum tentu menandakan kanker.
Penderita Kanker Payudara di Indonesia
Kejadian kanker payudara di Indonesia mencapai sekitar 40 kasus setiap 100.000 penduduk pada tahun 2012, menurut data di organisasi kesehatan dunia (WHO). Dibandingkan dengan negara tetangga kita, Malaysia, kanker payudara di Indonesia lebih banyak diderita oleh wanita usia muda dan pada tahap yang lebih lanjut.
Kanker payudara tidak hanya menyerang kaum wanita tapi juga pria walaupun jarang.

Apa saja Jenis Kanker Payudara?
Dua di antara tiga wanita yang mengidap kanker payudara berusia di atas 50 tahun. Saat Anda menyadari adanya gejala kanker payudara, Anda dianjurkan untuk segera mengonsultasikannya ke dokter. Setelah pemeriksaan, dokter biasanya merujuk Anda ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis.
Kanker payudara umumnya terbagi dalam dua kategori, yaitu non-invasif dan invasif. Penjelasan lebih detailnya adalah sebagai berikut:

Kanker payudara invasif
Bentuk paling umum dari kanker payudara invasif adalah kanker payudara duktal invasif yang berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara. Kata invasif berarti kanker ini dapat menyebar di luar payudara. Sekitar 80 persen dari semua kasus kanker payudara invasif merupakan jenis semacam ini.

Jenis kanker payudara invasif lain meliputi:
Kanker payudara lobular invasif. Penyakit ini berkembang pada kelenjar penghasil susu yang disebut lobulus.
– Kanker payudara terinflamasi.
– Kanker Paget pada payudara.
Jenis-jenis kanker ini juga dikenal sebagai kanker payudara sekunder atau metastasis. Jenis ini dapat menyebar ke bagian lain tubuh. Penyebarannya biasanya melalui kelenjar getah bening (kelenjar kecil yang menyaring bakteri dari tubuh) atau aliran darah.
Kanker payudara non-invasif
Bentuk kanker non-invasif biasanya ditemukan melalui mamografi karena jarang menimbulkan benjolan. Jenis ini juga sering disebut pra kanker. Tipe yang paling umum dari kanker ini adalah duktal karsinoma in situ. Jenis kanker payudara ini bersifat jinak dan ditemukan dalam saluran (duktus) payudara, serta belum menyebar.

Pemeriksaan Payudara dan Genetika
Penyebab kanker payudara yang utama belum diketahui. Karena itu, pencegahan sepenuhnya untuk kanker payudara juga sulit ditentukan. Banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker, misalnya usia dan riwayat kesehatan keluarga.
Pemeriksaan payudara dan genetika dianjurkan untuk wanita dengan kemungkinan terkena kanker payudara melebihi rata-rata. Risiko kanker payudara meningkat seiring usia, maka wanita berusia 50-70 tahun dianjurkan memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Wanita berusia 70 tahun ke atas juga dianjurkan untuk memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter.

Langkah-langkah Pengobatan Kanker Payudara
Satu dari sembilan orang wanita akan terkena kanker payudara selama masa hidup mereka. Kanker yang terdeteksi pada tahap awal memiliki peluang untuk sembuh melalui langkah-langkah pengobatan. Karena itu, sangat penting bagi seorang wanita untuk melakukan pemeriksaan payudara secara rutin.
Kanker payudara dapat diobati dengan kombinasi operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Beberapa kasus kanker payudara juga dapat ditangani melalui terapi biologis atau hormon. Selama masa pengobatan dan pemulihan, dukungan dari orang lain (terutama keluarga serta teman dekat) bagi penderita kanker payudara sangatlah penting
Kanker payudara yang banyak menjangkiti perempuan ternyata disebabkan oleh beberapa hal. Selain gaya hidup tak sehat yang bisa memicu tumbuhnya sel kanker, penyakit kanker payudara juga bisa dipengaruhi oleh kondisi hormon seorang perempuan.

“Salah satu penyebab kanker payudara diduga adalah paparan hormon terhadap payudara,” kata dokter spesialis bedah onkologi, Walta Gautama, ketika ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Pasalnya, produksi hormon esterogen yang tinggi bisa memicu kanker payudara.

Salah satu kondisi di mana produksi hotmon esterogen diproduksi secara besar-besaran adalah ketika menstruasi. “Setiap menstruasi esterogennya tinggi. Makanya setiap menstruasi payudara jadi kencang dan terasa berat,” ujar Walta.

Kanker payudara, yang dinyatakan sebagai ‘pembunuh’ no. 2 setelah kanker leher rahim, juga mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

Kelebihan hormon esterogen yang menjalar sampai payudaralah yang mengaktifkan kanker payudara. Hormon esterogen yang diproduksi tubuh akan menjalar sampai ke payudara dan mengisi pembuluh darah. Hal inilah yang membuat payudara membesar ketika menstruasi. “Itu sudah mekanisme Tuhan untuk menjaga saluran payudara.”

Oleh sebab itu, kanker payudara banyak terjadi memasuki usia 40 sampai 50 tahun. “Diperkirakan setiap perempuan akan mendapat faktor risiko jika mengalami 35-40 tahun kelebihan esterogen dalam hidup.”

“Kalau menstruasinya waktu muda, misalnya 10 tahun dan menopausenya lama saat 40 atau 50 tahun risiko kanker payudara lebih besar karena mengalami kelebihan esterogen selama 30 sampai 40 tahun,” katanya menambahkan,Faktor risiko kanker payudara bisa berkurang ketika perempuan hamil dan menyusui. Saat hamil, hormon esterogen fokus pada rahim sementara ketika menyusui, saluran di payudara sudah terisi hormon lainnya. Akibatnya paparan esterogen ke payudara akan terhambat.
Tak sampai disitu, penyebab kanker payudara juga disinyalir terjadi karena kegemukan. “Dalam penelitian, yang berkaitan erat dengan kanker payudara adalah lemak,” .
Jaringan lemak akan memproduksi hormon esterogen lebih banyak sehingga memicu aktifnya kanker payudara. Tak sampai disitu, penyebab kanker payudara juga disinyalir terjadi karena kegemukan. “Dalam penelitian, yang berkaitan erat dengan kanker payudara adalah lemak,” tandas Walta. Jaringan lemak akan memproduksi hormon esterogen lebih banyak sehingga memicu aktifnya kanker payudara.

Pada tahun 2003, WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa kanker merupakan problem kesehatan yang sangat serius karena jumlah penderita meningkat sekitar 20% per tahun.
#Di Amerika Serikat 180.000 kasus baru per tahun
#Di Netherlands 91 kasus baru setiap 100.000 penduduk
#Di Indonesia sendiri, diperkirakan 10 dari 100.000 penduduk terkena penyakit kanker payudara.

Penyebab pasti penyakit ini belum dapat diketahui. Namun ada 3 faktor yang berpotensi:
#Faktor Endokrin
#Faktor lingkungan
#Faktor Genetik
Selain itu, di Indonesia terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan pengobatan maupun pencegahan kanker payudara. 70% dari penderita berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut.
• Hal lain yang juga menjadi faktor keterlambatan penderita :
• Takut operasi, kemoterapi dan radiasi.
• Masih percaya dengan pengobatan tradisional, dukun, paranormal atau ‘orang pintar’.
• Tidak percaya bahwa kanker payudara dapat disembuhkan.
• Tidak menyadari akan penyakit yang dideritanya.
• Sosial-ekonomi.
Tidak mengetahui perlunya check up payudara secara rutin.

Hal-hal seperti di atas yang menambah banyaknya dan parahnya tingkatan penderita penyakit kanker payudara.
Ketika sejumlah sel di dalam payudara tumbuh dan berkembang dengan tidak terkendali, inilah yang . Sel-sel tersebut dapat menyerang jaringan sekitar dan menyebar ke seluruh tubuh. Kumpulan besar dari jaringan yang tidak terkontrol ini disebut tumor atau benjolan. Akan tetapi, tidak semua tumor merupakan kanker karena sifatnya yang tidak menyebar atau mengancam nyawa. Tumor ini disebut tumor jinak. Tumor yang dapat menyebar ke seluruh tubuh atau menyerang jaringan sekitar disebut kanker atau tumor ganas. Teorinya, setiap jenis jaringan pada payudara dapat membentuk kanker, biasanya timbul pada saluran atau kelenjar susu.

Skrining mamografi untuk mendeteksi tumor pada payudara perlu dilakukan karena tumor membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membesar sehingga dapat dirasakan oleh kita, namun dapat terdeteksi oleh mamogram.

Faktor-faktor berisiko untuk kanker payudara dibagi menjadi:
1. Faktor tidak dapat diubah :
Menjadi seorang perempuan Bertambahnya usia
Risiko terkena kanker payudara akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Setiap tahunnya, kurang lebih terdapat 77% pasien berusia di atas 50 tahun yang didiagnosis terkena kanker payudara.

Riwayat keluarga
(ibu, saudara atau anak perempuan yang terkena kanker payudara meningkatkan risiko terkena kanker payudara dua kali lipat)
Riwayat medis personal
Perempuan dengan riwayat kanker payudara di salah satu dadanya memiliki risiko 3 sampai 4 kali lebih tinggi terkena kanker payudara di dada lainnya. Perempuan dengan benjolan di payudara atau yang didiagnosis LCIS (lobular carcinoma in situ) juga berisiko tinggi terkena kanker payudara.
Dense breast
Keadaan dense breast merupakan hal yang normal pada perempuan muda. Pada perempuang dengan usia yang lebih tua dense breast merupakan cermin adanya stimulasi hormonal pada payudara dan meningkatkan risiko terkena kanker payudara.
2. Faktor dapat diubah :
Mengikuti terapi hormon
Menggunakan pil KB
Tidak menyusui
Mengkonsumsi minuman beralkohol,
Kelebihan berat badan (terutama setelah masuk masa menopause), dan tidak berolahraga.
Namun, perlu diingat bahwa semua faktor tersebut masih berdasarkan kemungkinan, seseorang yang tidak memiliki faktor yang berisiko tetap saja dapat terkena kanker payudara. Skrining dan deteksi dini adalah alat yang tepat untuk menurunkan risiko kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini.
Dibawah kisah-kisah inspiratif penderita “kanker payudara”

Diatas adalah salah satu yang mengalami kanker payudara dan bersemangat dalam menjalankan kemoterapi yang ia jalani.
Kanker payudara menjadi jenis kanker utama yang diderita oleh perempuan di Indonesia, menurut pakar. Dan, bagi para penderitanya, proses pengobatan adalah pertempuran panjang – untuk melawan penyakit, dan juga diri sendiri.
BBC berbicara dengan perempuan yang mengalami kanker payudara pada Kamis (13/10) yang di sejumlah negara diangkat sebagai hari untuk meningkatkan kesadaran atas jenis kanker ini dengan hari tanpa beha atau No Bra Day. Ketika In Natasari, 33, mengetahui bahwa dirinya mengidap kanker payudara, dia tidak menangis atau sedih. “Saya sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk,” katanya. Tapi anehnya, ada perasaan bersalah yang tidak biasa: dia menyalahkan diri sendiri atas hal yang menimpanya. “Saya merasa saya yang menyebabkan penyakit ini datang. Padahal saya tahu itu tidak betul, tetapi tetap saja pikiran itu merayap ke otak saya. Saya merasa bersalah kepada suami saya, anak saya. Bagaimana saya merawat anak saya kalau saya sakit begini?” katanya kepada BBC Indonesia.
Bagi Citra Dyah Prastuti, proses penyembuhan dari kanker payudara masih setengah jalan.
“Saya menemukan benjolan di payudara saya 3 April 2016, setelah ketemu dokter dan mencari opini kedua, tanggal 19 (sudah langsung) operasi pengangkatan payudara karena dokter mengatakan kanker itu ganas,” cerita Citra.
“Waktu dokter mengatakan ada kemungkinan ganas, saya langsung menangis, langsung merasa: waduh panjang ini urusannya.”
Dia menjalani proses pengobatan yang tanpa jeda. Setelah berbagai pemeriksaan dan mastektomi, Citra harus menjalani proses pemulihan dua pekan. Selanjutnya kemoterapi selama enam kali dimulai, juga radiasi 25 kali setiap hari. Ada juga terapi hormon yang harus dijalani beberapa tahun ke depan.
Namun berbeda dengan In, Citra tak ingin menyalahkan diri sendiri atas pertanyaan-pertanyaan dibenaknya; Mengapa tak cek dari awal? Mengapa tak sadar kalau penyakit itu sudah ada dalam riwayat keluarga?
“Kalau penyesalan tidak, saya tak mau menyalahkan diri sendiri. Tetapi sekarang, kalau saya bertemu dengan perempuan, siapapun itu, saya akan minta mereka periksa. Tidak ada salahnya, biar ketahuan harus waspada atau tidak,” katanya.
Ini juga alasan mengapa dia tidak ingin menutupi kepalanya yang botak dengan wig. “Kadang kita tidak tahu penyakit itu begitu dekat, ada ketika Anda tidak kenal dengan orang yang mengalaminya.”
Tidak hanya dialami oleh citra masih beberapa perempuan lainnya yang mengalami kanker payudara dengan penuh semangat juang dari diri sendiri maupun dari keluarga terdekat yaitu contoh penderita lainnya adalah,

Anak – Anakku Berlutut dan Menangis
Saat divonis kanker payudara stadium 2A di akhir tahun 2012, sebagai seorang Ibu Tunggal, yang terbayang hanya wajah anak-anakku yang pada saat itu masih berusia 14 dan 12 tahun.
Setelah berdoa berkonsultasi ke medis dan non medis. Akhirnya saya memberitahu anak-anak saya bahwa saya terkena kanker payudara.
Dengan setenang mungkin saya sampaikan kepada mereka “mama kena kanker payudara”.Walau hanya beberapa saat mereka terdiam lesu, saya merasakan betapa hancur hati mereka mendengar hal itu. Dalam hati saya berteriak “ya Tuhan tolong kuatkan mereka”.Perlahan mereka berlutut dan kemudian anak pertama saya perlahan memegang tangan saya dan dengan lirih berkata ,”bagaimana dengan kami kalau tidak ada mama lagi?” dan mereka berdua langsung menangis.Mendengar itu saya baru merasa dunia runtuh, jantung saya terasa berhenti dan hati saya terasa hancur.Sambil menangis, dalam hati saya berteriak pada Tuhan ,”Tuhan Yesus berikan hikmat agar saya bisa mengerti bagaimana cara menjawab dan menghadapi hal ini.”Tuhan memang luar biasa baik. Dalam beberapa detik saya merasa mendapatkan keberanian dan kekuatan yang luar biasa.
Saya berkata kepada mereka “jangan menangis sayang, kan mama belum kenapa-kenapa sekarang. Dengarkan mama, Mama tidak bisa berjanji mama pasti sembuh, karna hanya Tuhan yang punya kuasa menyembuhkan. Tapi mama berjanji mama akan berjuang keras sampai akhir untuk perang dengan kanker supaya bisa terus bersama-sama dengan kalian. Kita berjuang sama2 ya”. Kami bertiga berpelukan sambil menangis.Janji itu yang membuat mereka mempunyai harapan, janji itu juga memberikan semangat kepada saya, bahwa “saya harus hidup”Saya menjalani biopsy, operasi, 24 kali kemoterapi, 30 kali radiasi, treatment tulang dan obat lainnya.
Proses penyembuhan kanker itu memang sakit dan perjuangan yang panjang. Bukan hanya kepala botak, kuku hitam, muka menjadi seperti plastik, kehilangan rasa di bagian tubuh dll, akan tetapi tantangan terbesar adalah bagaimana kita tetap positif dan tetap semangat berjuang.Ditambah lagi masih harus bekerja untuk biaya medis, hidup dan anak-anak.Akan tetapi saya sadar bahwa penyebab kanker saya adalah stress dan kepahitan, karna itu saya juga belajar merubah gaya hidup dan belajar merelakan. Mencoba lebih mengisi waktu untuk kegiatan positif, kegiatan sosial dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.
Saya yakin sekali bahwa Tuhan tidak pernah memberikan cobaan diluar kemampuan saya, Tuhan sudah menyediakan jalan keluar dan bantuan. Dengan support dari keluarga, anak-anak dan orang mencintai saya pada akhirnya melalui perjuangan 1,5 tahun melawan kanker saya dinyatakan “clear” di tahun 2014.Pelajaran terpenting yang saya dapatkan adalah waktu menunggu antrian dokter bersama puluhan pasien lainnya. Ada suara dalam hati yang bertanya “apa yang pasien-pasien ini harapkan dari dokter?Kesembuhan?”Lama saya terdiam sampai saya menyadari bahwa jawaban yang benar adalah “mereka mengharapkan tambahan waktu”.Waktu itu adalah berkat yang sangat berharga dan banyak kali tanpa sadar kita membuang waktu untuk hal yang sia-sia.Pergunakanlah waktu dengan sebaik-baiknya untuk orang-orang yang kita sayangi, selalu memandang kehidupan ini dari sisi positif dan menjalaninya dengan hati yang selalu bersyukur.
Bergabung dengan YKPI sekitar 1,5 tahun yang lalu, Grace merasakan persaudaraan dan bahkan anak-anak Grace juga sering berpartisipasi dalam acara YKPI dan mereka bisa merasa Bapak dan Ibu Agum Gumelar dengan sangat tulus menyayangi mereka. Grace bisa belajar banyak dari sesama survivor yang ternyata melalui proses yang lebih berat dan panjang. Sungguh wanita-wanita pejuang yang luar biasa. Terutama Ibu Linda Agum Gumelar dan keluarga dan seluruh pengurus YKPI yang tanpa mengenal lelah, penuh pengorbanan dan tanpa pamrih sangat berdedikasi untuk memberikan yang terbaik untuk survivors.

Melawan Kanker dengan Semangat Hidup

Ada yang berbeda di bulan puasa tahun 2016 ini, saya, Zartini, melakukan tadarusan di rumah seperti biasa ketika saya merasa nyeri di payudara saya. Rasa sakit ini terasa lain dan serius. Saya langsung teringat kata-kata teman saya yang meninggal karena kanker payudara 8 tahun lalu, rasa nyerinya sampai tembus ke punggung belakang. Saya langsung meraba payudara dan ada benjolan yang muncul. Saya kaget karena saya sudah tiga kali mammografi, dan tidak pernah ada apa-apa. Terakhir saya mammografi adalah dua tahun lalu yang hasilnya negatif.
Suami langsung menyarankan saya segera ke dokter. Dokter Didit di Rumah Sakit Rawamangun mengatakan, kalau 2 tahun yang lalu belum muncul dan sekarang ada benjolan, kemungkinan adalah kanker ganas. Saya menolak percaya karena saya merasa bahwa ini tidak mungkin ganas. Saya sering kontrol kok. Saya pun meminta untuk menunda operasi sampai habis lebaran. Namun, dokter menyarankan untuk mengambil langkah segera. Tiga hari kemudian, saya menjalani operasi. Ternyata Dokter Didit benar, kanker yang tumbuh adalah kanker ganas sehingga payudara saya harus diangkat.
Kanker itu berat. Tidak mudah bagi saya yang kini memasuki usia 52 tahun menjalani semuanya. Dunia saya terasa runtuh. Saya selalu merasa bahwa kematian itu nyata berada di depan saya. Saya selalu merasa gelisah setiap kali saya mencoba tidur. Perasaan saya sakit, seperti ada beban besar di hati saya yang membuat saya tercekat. Saya menangis sambil menggumam dalam hati, “Besok saya masih bisa bangun tidak ya?”
Setiap malam, selalu kata-kata itu yang saya ucapkan. Ketika terbangun di besok paginya, saya selalu mengucap syukur kepada Allah SWT. Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk terus menghembuskan napas. Saya masih bertahan untuk bisa terus hidup.
Proses kemoterapi juga tidak kalah beratnya. Makan yang adalah hal paling esensial bagi makhluk hidup menjadi musuh berat saya. Saya selalu keringatan setiap kali akan makan. Perut saya mual. Mulut dan lidah saya penuh dengan sariawan. Makanan sulit sekali untuk masuk ke mulut saya. Saya selalu merasa kelaparan, tapi makanan tetap saja susah untuk dikonsumsi. Saya merasa frustrasi. Dokter menyarankan saya makan saja semuanya, tapi saya selalu ketakutan. Apa boleh saya makan ini? Memangnya kalau saya makan itu tidak akan berpengaruh pada kanker saya? Saya parno dengan semua yang akan saya makan.
Saya down. Saya hanya terbaring di kasur, sambil terus mengaji dan dzikir. Saya tidak semangat untuk melakukan aktivitas lain. Lalu kemudian, semua itu berubah ketika ponsel saya berdering dari ibu Enita dari YKPI. Dia menelepon saya sampai malam hari, menyemangati saya agar tetap teguh dan kuat. Saya diajak untuk ikut YKPI dimana banyak orang-orang yang menderita hal sama seperti saya. Benar saja, setelah itu saya merasa bahwa kanker yang saya lawan itu ya sama dengan perempuan-perempuan ini. Keluhan yang dirasakan sama. Penderitaan yang dijalani juga tidak ada bedanya dengan saya. Saya langsung bertanya-tanya dengan sesama penderita tentang pengalaman mereka selama kemoterapi. Mereka bilang bahwa saya harus tetap makan supaya tidak kekurangan nutrisi. Justru sehabis kemoterapi, makan itu hal yang wajib dan sangat diperlukan. Saya pun percaya pada mereka. Mereka sudah melewati itu semua kok, berarti saya juga bisa.

*Diatas adalah serangkaian event yang pernah diadakan 1 tahun lalu yang dijalankan oleh YKPI ( yayasan kanker payudara Indonesia).
Salah satunya yang sering kita kenal artis yang sudah lama, yaitu Indro warkop,rajin melakukan raba bagian bawah ketiak istrinya untuk menjaga-jaga dari terhindarnya kanker payudara.

Indro Warkop saat menghadiri peluncuran iklan layanan masyarakat Saling Jaga, Saling Peduli oleh Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2016)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Meningkatnya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kanker payudara, membuat komedian, Indro ‘Warkop’ melakukan deteksi dini kepada istrinya, Nita Octobijanthy.
“Saya sering mendeteksi istri saya, di bagian bawah ketiak apakah ada benjolan-benjolan, sampai sekitar pinggang atas,” ucap Indro, saat ditemui di peluncuran iklan layanan masyarakat “Saling Jaga, Saling Peduli,” di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2016).Tidak hanya mendeteksi sang istri, Indro juga mendeteksi dirinya sendiri, juga dengan cara yang sama, meraba di bagian ketiak, dan dada.Biasanya pria yang kerap dipanggil om Indro itu, melakukan pendeteksian pada saat sedang mandi.
Indro ‘Warkop’ pun mengimbau agar masyarakat sedikit konsentrasi pada saat mandi guna mengetahui apakah ada benjolan yang tidak lazim dalam tubuh.”Kan sambil mandi bisa teraba, cuma kadang-kadang kita gak konsen pas waktu mandi, kita konsen dikit lah, ada masalah apa enggak kerasa kan,” imbuhnya.Indro tidak merasa asing dengan penyakit kanker sebab ia memiliki kerabat dan keluarga yang terserang penyakit kanker.Termasuk diantaranya, dua rekannya di group Warkop DKI, Kasino dan Dono yang meninggal dunia akibat penyakit kanker.”Kanker mah saya masalah lama, saya cuma mau bilang kita dekat dengan hal-hal seperti itu harus peduli terhadap kanker, kata-kata seperti itu saya gak asal ngomong, itu untuk mendeteksi sejak awal,” ujar Indro ‘Warkop’.
Beruntungnya, Indro ‘Warkop’ dan istri hingga saat ini sama sekali tidak terdeteksi ada benjolan kanker.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pengalaman hidup dari ibu Linda Amalia Sari Gumelar yang pernah didiagnosa Kanker Payudara dan memiliki tekad jika Allah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk hidup maka dirinya mau bekerja bersama kawan yang lain untuk bagaimana tidak ada lagi kaum perempuan, saudara kami kaum laki-laki yang didiagnosa kanker payudara stadium lanjut.
Rabu, 10 Agustus 2016 tim unit mobil mamografi Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) bersama dengan tim dokter dari Rumah Sakit Dharmais hadir di Puskesmas Kecamatan Mampang untuk melakukan deteksi dini kepada 50 warga Kecamatan Mampang, Jakarta.
“Kehadiran YKPI bersama tim dokter rumah sakit Dharmais kami sambut gembira, namun karena terbatasnya jumlah yang harus melakukan pemeriksaan yaitu sebanyak 50 orang, maka kami bagi dari berbagai kelompok yang ada di Kecamatan Mampang seperti dari guru-guru, PKK, perwakilan dari kelurahan di wilayah kecamatan Mampang meliputi kelurahan Kuningan Barat, kelurahan Pela Mampang, Kelurahan Bangka, Kelurahan Tegal Parang dan Kelurahan Mampang Prapatan,” ujar dokter Rebekka selaku koordinator kegiatan Deteksi Dini Kanker Payudara di Kecamatan Mampang. Sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap warga yang telah mendaftar, pihak Puskesmas Kecamatan Mampang tidak menyia-nyiakan waktu untuk melakukan penyuluhan dan sosialiasi kepada masyarakat kecamatan Mampang.
Di halaman Puskesmas Kecamatan Mampang, tim dari Puskesmas Mampang yaitu dokter Ali Fikri dan dokter Citra selaku aktivis pencegahan penyakit tidak menular lebih dulu memberikan sosialisasi mengenai kanker payudara, cara pemeriksaan sendiri dan cara mengatasinya bilamana di diagnosa kanker payudara.
Didalam sambutannya ditengah-tengah warga kecamatan Mampang, ketua YKPI Ibu Linda Gumelar juga berharap kiranya ibu-ibu memohon disebarluaskan berita tentang deteksi dini Kanker Payudara dengan memberitahu kepada orang banyak terutama kepada usia diatas 35 tahun keatas untuk melakukan Mamografi, bagi anak-anak muda yang sudah Haid untuk melakukan SADARI, pemeriksaan payudara sendiri.
Menurut kabar yang diperoleh dari tim dokter rumah sakit Darmais Jakarta, saat ini sudah menemukan adanya remaja yang berusia 15 tahun didiagnosa kanker payudara. “Bayangkan hidupnya menjadi terasa hampa dan hancur, padahal sekarang ini apabila terdiagnosa secara cepat , maka ada cara-cara kedokteran yang bisa membuat dirinya rasa nyaman seperti dengan operasi dan lain sebagainya,” ujarnya seraya menambahkan jika kita temui diagnosa stadium awal, maka 98% kanker payudara bisa sembuh.Data yang diperoleh YKPI sejak tahun 2013 dengan adanyanya layanan mobil Mamografi telah ditemukan kenaikan 1,1 % terdiagnosa kanker payudara setiap tahunnya dari.
“Terakhir data yang kami miliki di tahun 2015 dengan mamografi lebih dari 3421 warga melakukan deteksi dini dan 11 % terdiagnosa tumor jinak, dan perlu melanjutkan program lanjutan sementara 1,3% terdiagnosa kanker,” jelas mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia periode 2004-2009.Adanya respon positif dari warga Kecamatan Mampang bermunculan seperti yang diungkan oleh ibu Lina, Kader PKK Kelurahan Mampang yang mengutarakan bahwa dirinya baru pertama kali melakukan deteksi dini kanker payudara dan mendapat pemberitahuan dari pihak kecamatan.
Lain halnya Ibu Kinarsih selaku Kasie Pendidikan Kecamatan Mampang yang mengatakan “sayangnya kami dibatasi hanya 10 orang, mungkin untuk kegiatan berikutnya guru-guru kami di sekolah bisa lebih banyak yang bisa diperiksa, karena kalau guru-guru kita s emuanya sehata, insya allah kualitas pendidikan kita lebih bagus, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup bangsa”. Mewakili warga dikecamatan Mampang, ibu Kinarsih juga mengucapkan terima kasih kepada YKPI khususnya kepada ibu Linda Gumelar yang langsung memonitoring langsung kegiatan MamografiMenanggapi permintaan disekolah-sekolah untuk melakukan pemeriksaan kepada guru-guru dan siswa, Ibu Linda Gumelar mengajak kepada pihak sekolah yang menginginkan pemeriksaan terhadap gurunya dapat mengajukan permohonan kepada YKPI untuk mengatur jadwal mobilatas mobil Mamografi yang dimiliki YKPI.
Ibu Linda Gumelar juga berharap masyarakat Kecamatan Mampang yang melakukan deteksi dini kanker payudara.Kanker payudara untuk penyembuhannya dengan salah satu cara yang nyaman yaitu salah satunya dengan TERAPI NATURAL

Untuk informasi dari yayasan kanker payudara indonesia itu sendiri kurang menyebar ke media media lainnya dan belum tentu bisa diterima informasi dari perempuan se Indonesia, maka dari itu penulis akan menyarankan kepada pihak bersangkutan yaitu YKPI (yayasan kanker payudara Indonesia) untuk membuat iklan layanan masyarakat/ILM bekerja sama dengan pihak-pihak media lainnya.Agar informasi yang dibuat oleh pihak bersangkutan akan selalu teringat maupun dilaksanakan oleh para wanita Indonesia untuk menghindari adanya kanker payudarara.
**untuk itu untuk semua perempuan Indonesia mulai dari sekarang menjaga pola hidup sehat sejak dini, dan rajin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui/mendeteksi sejak dini agar terhindar dari adanya gejala-gejala awal kanker payudara