Menang, Mahathir Segera Dilantik Jadi PM Malaysia

0

JAKARTA, KataIndonesia.com – Ketua Pakatan Harapan (PH) Tun Dr Mahathir Mohammad mengklaim akan diambil sumpah sebagai Perdana Menteri Malaysia Ketujuh hari ini, Kamis, 10 Mei 2018, setelah koalisi partanya memenangkan Pemilu Malaysia.

“Upacara pengambilan sumpah jabatan perdana menteri akan dilakukan hari ini,” ungkap Mahathir dalam jumpa pers mengumumkan kemenangan Pakatan Harapan sekitar pukul 3 dini hari di Petaling Jaya, Kamis (9/5/2018).

“Setelah itu perdana menteri akan menunjuk wakil perdana menteri dan menteri-menteri lainnya,” tambahnya.

Mahathir mengklaim koalisi Pakatan Harapan merebut 112 kursi yang diperlukan untuk membentuk pemerintah federal. Ini berarti untuk pertama kali dalam sejarah Barisan Nasional kalah setelah 60 tahun memerintah di Malaysia.

Dengan kemenangan Pakatan Harapan, Mahathir mengatakan dia akan bertemu Yang di-Pertuan Agong (Raja) bersama Presiden PKR Dr Wan Azizah Wan Ismail.

Mahathir Mohamad juga mengatakan Pakatan Harapan akan memenuhi janji mereka untuk menjadikan hari ini dan Jumat besok sebagai hari libur.

Berdasarkan hitungan situs Malaysiakini, Pakatan Harapan mendapat sekurang-kurangnya 115 dari total 222 kursi parlemen. Adapun Barisan Nasional mendapat 74 kursi, PAS 17 dan bebas tiga.

Dilansir dari Reuters, Mahathir akan mencetak sejarah sebagai PM tertua di dunia usai dia dilantik nanti. Mahathir pernah menjabat sebagai PM ke-4 Malaysia dan menjadi yang terlama menjabat dari tahun 1981-2003.

Dalam pemilu kali ini, Mahathir berhasil memimpin oposisi meraih kemenangan bersejarah. Oposisi untuk pertama kalinya dalam sejarah mengalahkan koalisi Barisan Nasional (BN) yang berkuasa sejak negara itu meraih kemerdekaan dari Inggris tahun 1957 silam.

Koalisi BN didominasi oleh Partai United Malays National Organisation (UMNO), partai terbesar di Malaysia, yang pernah menaungi Mahathir. Dalam pemilu ini, Mahathir mengalahkan UMNO yang pernah dipimpinnya selama dua dekade.

Mahathir keluar dari UMNO tahun 2016 dan membentuk partai baru bernama Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). Dia berkoalisi dengan mantan rival politiknya, Anwar Ibrahim, yang juga tokoh oposisi ternama Malaysia untuk melengserkan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Mahathir yang pernah menjadi mentor Najib, terus melontarkan kritik usai Najib disebut-sebut terlibat skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Najib telah membantah adanya pelanggaran hukum.