Kim Jong Un akan Bertemu Donald Trump, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

0

JAKARTA, KataIndonesia.com – Kim Jong Un dan Donald Trump di agendakan akan bertemu di Singapura. Hingga saat ini keduanya telah tiba dan akan segera melakukan pertemuan.

Menurut pakar hukum di Singapura berpendapat bahwa keamanan dan ketertiban di negara kecil itu menjadi alasan utama di pilihnya singapur sebagai tempat pertemuan keduanya. Selain itu, sikap netral juga dianggap layak bagi Singapura menjadi Swiss-nya Asia.Singapura selama ini menikmati hubungan yang kuat dengan AS dan merupakan salah satu dari sedikit negara yang memiliki kedutaan Korea Utara. Uniknya, negara itu kerap diejek sebagai “negara pengasuh” karena menerapkan larangan mengunyah permen karet dan majalah dewasa seperti Playboy.

Beberapa kalangan menilai pertemuan tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dunia. Pertemuan tersebut dinilai dapat meredam ketegangan soal nuklir.

- Advertisement -

Lalu bagaimana dengan ekonomi Indonesia? Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan pertemuan tersebut akan meredam tensi panas Korea Utara dengan AS. Sehingga berdampak pada gairah investasi, hingga stabilitas harga minyak.

“Secara langsung mungkin tidak. Tapi jika perekonomian global mereda tensi VUCA-nya,” sambung dia.

Tony menjelaskan, VUCA alias volatilty, uncertainty, complexity, ambiguity yang sering menjadi sentimen negatif bagi perekonomian.

Oleh karena itu, Tony menuturkan dampak dari pertemuan Kim Jong Un dengan Trump bagus untuk perekonomian nasional.

“Denuklirisasi. Kalau Koru melanjutkan program nuklir, akan membuat Asia Timur tidak aman. Iklim investasi menjadi memburuk” jelas dia.

Sementara itu, Peneliti dari INDEF Bhima Yudhistira mengatakan dampak pertemuan tersebut bisa meningkatkan kegiatan ekspor.

Menurut Bhima, Sekitar 31% total perdagangan Indonesia khususnya ekspor ke China, Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Kegiatan tersebut terdampak konflik di Semenanjung Korea.

“Jika konflik berhasil diredam, eksportir tidak akan was was mengirim barang lewat Semenanjung Korea. Biaya logistik bisa lebih dipangkas, tanpa jalur memutar untuk menghindari wilayah konflik. Resiko geopolitik yang menurun sangat membantu kepastian ekspor negara seperti Indonesia,” kata Bhima.

 

LAPORAN: ARIFUDDIN

SHARE
Previous articleAmien Rais Pede Maju Capres 2019
Next articlePerhelatan Piala Dunia Semakin Dekat, Ini 5 Fakta Menarik yang Wajib Anda Ketahui
Kata Indonesia
Kata Indonesia (kataindonesia.com) adalah sebuah portal web yang berisi berita dan artikel daring di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, Kata Indonesia hanya mempunyai edisi daring yang berusaha menjadi salah satu situs berita yang penyajiannya fokus untuk informasi-informasi positif. Situs berita ini, menyediakan berbagai macam berita yang terjadi baik itu berita lokal, nasional, hingga internasional secara aktual.