Keandalan Pasokan Listrik jadi Kunci Pengembangan Kawasan Industri Modern

0

Jakarta, KataIndonesia.com – Pertumbuhan industri di Indonesia merupakan salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian nasional. Pertumbuhan industri ini tentunya perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai.

Saat ini pengembangan kawasan industri sudah memasuki era modern 4.0, dimana berbagai fasilitas dan infrastruktur dituntut untuk memiliki konektivitas dan terintegrasi satu sama lain. Hal ini untuk membantu pengembangan dan operasional kebutuhan industri di dalamnya.

“Salah satu daya tarik investor adalah tersedianya infrastruktur yang dapat mengakses ke Kawasan Industri serta fasilitas yang ada di dalam Kawasan Industri,” ujar Ketua Umum HKI (Himpunan Kawasan Industri) Sanny Iskandar dalam pembukaan Seminar Nasional bertajuk “Mengintegrasikan Pembangunan Infrastruktur dalam Konsep Pengembangan Kawasan Industri Modern”, Kamis (1/11) di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Konsep Kawasan Industri Modern mengintegrasikan penyediaan infrastruktur, menciptakan struktur pembiayaan yang efektif dan efisien, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menuturkan, kunci pengembangan industri modern ini adalah listrik. Pasalnya, Data Center dan Big Data yang merupakan bagian dari industri 4.0 membutuhkan keandalan pasokan listrik yang baik.

“Ini tantangan bagi PLN, karena industri seperti ini butuh keamanan listrik 3 lapis. Jaminan power menjadi kunci utama, selain jaringan fiber optic,” jelas Airlangga.

Untuk menjaga kelangsungan industri, PLN menyiapkan dan memastikan pasokan listrik yang andal bagi Kawasan-kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), dan pelanggan-pelanggan besar lainnya. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, total daya yang dipasok PLN untuk pelanggan besar adalah 22.461 Mega Volt Ampere (MVA). Sementara pelanggan yang sudah tersambung hingga Oktober 2018 Sebesar 810 MVA.

“PLN akan terus menjaga pasokan listrik untuk industri agar dapat meningkatkan perekonomian nasional. Hal ini dilakukan dengan menjaga stabilitas tarif dan memberikan berbagai paket layanan menarik sesuai kebutuhan pelanggan,” ungkap Adi Priyanto, Kepala Divisi Perencanaan Sistem PLN.

Tak hanya tarif Tegangan Rendah (TR) dan Layanan Khusus, Sejak tahun 2017 PLN terus menjaga tarif tenaga listrik Tegangan Menengah (TM) dan Tegangan Tinggi (TT) tetap stabil. Adapun tarif TM tetap di angka Rp 1.114,74 per kWh dan TT di 996,74 per kWh.

Di samping itu, PLN juga memiliki Paket Premium yang merupakan layanan eksklusif untuk memenuhi segmen pelanggan yang membutuhkan tingkat keandalan tertentu, keleluasaan serta kenyamanan layanan dalam menikmati energi listrik. Layanan ini terdiri dari 4 kategori, yaitu Platinum, Gold, Silver, dan Bronze.

Pelanggan PLN yang mendapatkan layanan premium akan mempunyai pasokan listrik ganda dan dilengkapi Automatic Change Over (ACO), berfungsi untuk mengalihkan pasokan utama ke pasokan cadangan dalam waktu kurang dari 1 detik apabila terjadi gangguan. Sehingga dengan layanan premium, pelanggan mempunyai jaminan kepastian keandalan pasokan listrik.

“Rabu lalu (31/10), PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) malah telah meluncurkan produk baru, yaitu Layanan Premium Ultra,” tambah Adi.

Layanan Premium Ultra merupakan layanan premium dengan ekstra Uninterruptible Power Supply (UPS). Jadi selain mendapatkan pasokan listrik ganda, pelanggan mempunyai pasokan listrik cadangan yang disimpan dalam UPS. Dengan layanan ini, pelanggan tidak akan merasakan kedip sekalipun.

LAPORAN: ARDABILLY

Advertisement