Jokowi Dorong Korea Selatan Bebaskan Visa Bagi Warga Negara Indonesia

0

JAKARTA, KataIndonesia.com – Kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan direncanakan membahas isu mengenai imigrasi, khususnya peraturan bebas visa. Informasi disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Natsir.

Ia mengatakan, saat bertemu Presiden Korsel Moon Jae-in, Jokowi berharap ia dapat mempertimbangkan pemberian bebas visa bagi WNI. Jokowi direncanakan berada di Korsel pada 10-11 September 2018.

“Bayak yang ingin didorong, salah satunya adalah tentang bebas visa. Mudah- mudahan Presiden Moon bisa memberikan kemudahan bagi wisatawan Indonesia yang ingin ke Korsel,” ucap Arrmanatha, di kantor Kemlu, Kamis (9/6).

Arrmanatha menambahkan, lawatan Presiden Jokowi ke Korea Selatan merupakan balasan atas kunjungan kenegaraan Presiden Moon ke Indonesia pada akhir tahun lalu. Kunjungan Presiden Jokowi ini bertepatan dengan 45 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Korea Selatan.

Menambahkan Arrmanatha, Direktur Asia Pasifik Kemlu, Edi Yusup menyebut, saat ini walau belum membebaskan pemberian visa, namun Korea Selatan telah meringankan proses pengajuan izin masuk tersebut.

Selama di Seoul, lanjut Edi, Jokowi juga mengadakan pertemuan bilateral dengan para konglomerat Korea Selatan. Kedua presiden juga akan membahas mengenai proses perdamaian di Semenanjung Korea.

Selain itu, Edi mengungkapkan Presiden Joko Widodo juga akan membahas mengenai isu perlindungan warga negara Indonesia di Korea Selatan. Di negara ini terdapat sekitar 40 ribu warga Indonesia.

Edi menjelaskan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan tersebut ada enam nota kesepahaman yang akan ditandatangani, yakni kerja sama legislasi, kerja sama keimigrasian, kerja sama perekonomian. Kerja sama pengembangan sumber daya manusia, kerja sama keamanan maritim, dan kerja sama lingkungan hidup.

“Pada pertemuan bisnis dengan pengusaha Korea, rencananya akan ditandatangani sepuluh MoU B to B (business to business) yang meliputi bidang otomotif, energi, transportasi, infrastruktur. Nilainya mungkin mudah-mudahan bisa mencapai di atas $1 miliar,” kata Edi.

Edi menjelaskan nilai perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan terus meningkat dari tahun ke tahun. begitu pula dengan investasi. Investasi Korea Selatan di Indonesia saat ini berada di peringkat keempat dengan nilai $2,2 miliar pada 2017.

Presiden Joko Widodo, kata Edi juga akan mendorong Korea Selatan untuk memberlakukan bebas visa bagi wisatawan Indonesia sebagai balasan atas kebijakan serupa yang diterapkan Indonesia untuk pelancong asal Korea Selatan.

Sebab, menurut Edi, dari tahun ke tahun, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan terus meningkat. Sedangkan jumlah turis Korea Selatan yang datang ke Indonesia peningkatannya tidak begitu banyak.

Ketika disinggung apakah Indonesia menargetkan kapan negosiasi pembebasan visa dengan Korsel rampung, Edi tak bisa memberi jawaban pasti. Sebab, ada beberapa negara yang memang tak mau memberikan pembebasan visa ke warga asing.

“Saya tidak tahu persis, kan tidak semua negara memberlakukan izin bebas visa, jadi kayak Australia itu enggak akan mungkin ngasih bebas visa,” pungkasnya.

Dalam lawatan resmi tersebut, Jokowi  didampingi oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Dari Korea Selatan, Presiden Joko Widodo akan melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Vietnam pada 11-12 September.

 

LAPORAN: RUSDIL FIKRI

Advertisement