Jilbab dari Tabu jadi Trend

0

Pada dasarnya, manusia memiliki potensi untuk menutup auratnya. Akal akan memberi petunjuk kepada manusia untuk merasa malu memperlihatkan apa yang dianggap tabu.

Oleh sebab itu, tanpa perintah agama pun, sebenanrya manusia akan bertindak demikian.

Agama kemudian hadir untuk mempertegas soal menutup aurat sekaligus memberikan penjelasan batasan-batasan yang dianggap sesuatu yang tabu.

Advertisement

Penegasan agama ini sangat penting.
Karena, persoalan tabu dan non tabu tak akan pernah diam.

Ia selalu bergerak mengikuti perkembangan zaman dan kebiasaan di suatu daerah.

Apa yang dianggap sebagai sesuatu yang tabu (aurat) pada zaman dahulu mungkin tidak tabu lagi pada masa kini. Demikian pula persoalan kebudayaan di suatau daerah.

Di sini lah agama seperti mematenkan persoalan menutup aurat dengan memberikan petunjuk batasan yang dianggap tabu dan seyogyanya ditutupi.Sehingga harus dipahami terlebih dahulu bahwa pakaian tertutup telah jauh dikenal sebelum Islam datang.

Kemudian pada masa kini, ketika pola pikir manusia semakin berkembang khususnya di kalangan perempuan muslim, penutup aurat yang dinamakan jilbab bukan lagi sesuatu yang dipandang aneh.

Dulu jilbab pernah menjadi simbol yang menyeramkan. Tetapi kini, muslimah saat sudah marak menggunakan jilbab.

Beriringnya waktu jilbab menjadi sebuah trand. Lahir lah inovasi model jilbab yang menjadi peluang bisnis fashion yang memberikan keuntungan berlimpah.

Sudah banyak publik figur yang mengenakan jilbab, sehingga jilbab menjamur di kalangan masyarakat.

Namun kemudian pertanyaannya adalah, apakah muslimah yang memakai jilbab sudah memahami esensi berjilbab yang diperintahkan Allah atau kah hanya mengikuti fashion saja?

Jawabannya kembali kepada masing-masing individu. Harapannya agar muslimah menjalani perintahn Allah atas dasar beribadah dengan tau alasan melakukannya.

Karena, berjilbab itu adalah perintah Allah bukan pilihan sehingga tidak ada lagi tutup lepas jilbab yang mengatakan bahwa berjilbab adalah pilihan.

Dan yakin lah bahwa dengan berjilbab adalah cara mendekatkan diri kepada Allah sehingga akan terus termotivasi agar tetap teguh pendirian menutup aurat.

Laporan: Sarah Mutiah Widad

Advertisement