Fulan Fehan, Si Lembah Surga dari Perbatasan NTT

0

KataIndonesia.com – Satu lagi pesona alam memanggil dari Timur Indonesia. Dan kali ini, keindahannya berasal dari Nusa Tenggara Timur. Selain nama Sumba yang telah tersohor ke berbagai penjuru, kini ada harta panorama lain lagi yang siap untuk dijelajahi, yaitu Lembah Fulan Fehan.
Lembah ini membentang di bawah kaki Gunung Lakaan dengan hamparan rumput sabana yang begitu luas dan hijau. Enggak kalah dengan pemandangan pegunungan di Benua Eropa sana. Fulan Fehan berlokasi di perbatasan Indonesia dan Republik Demokrat Timor Leste. Tepatnya di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Kota Atambua.

Dari Atambua, kamu perlu menempuh jarak sekitar 42 kilometer melalui Desa Waluli. Perjalanan yang cukup panjang dan lumayan menantang bakal lunas terbayar dengan keindahan alam sesampainya kamu di sana.
Banyak kuda bebas berlarian seluas mata memandang di ladang yang menghampar hijau. Uniknya, meski udara di lembah ini sejuk, banyak pohon kaktus tumbuh liar di sekitar lembah ini.
Selain hamparan sabana yang sangat luas, Lembah Fulan Fehan juga terdapat dua air terjun yang berair jernih dan sangat segar untuk dinikmati. Air Terjun Sihata Mauhaledi Desa Aitoun dan Air Terjun Lesu Til di Desa Weluli.

Ada juga beberapa tempat wisata sejarah seperti Benteng Kikit Gewen yang berarti burung Rajawali. Dan Benteng Ranu Hitu di puncak Bukit Makes, yang disebut juga Benteng Lapis 7. Di bagian dalam terdapat makam dari sang raja pertama Kerajaan Dirun, Raja Dasi Manu Loeq, sehingga dikeramatkan oleh masyarakat sekitar.
Wah, lengkap banget kan wisata ke Fulan Fehan ini. Enggak cuma indah di mata, tapi juga bisa jadi tempat belajar sejarah dan kearifan budaya lokal.

Laporan: Fajrin Hakim