Direktur Museum Budaya dan Pariwisata Istanbul: Keris Simbol Persahabatan Indonesia-Turki

0

ISTANBUL, KataIndonesia.com – Direktur Museum Budaya dan Pariwisata Istanbul, Coskun Yilmaz menyatakan keris sebagai salah satu warisan budaya tak benda budaya Indonesia menjadi bagian tak terpisahkan dari hubungan persahabatan antara Indonesia dan Turki.

“Kami apresiasi upaya baik Yayasan Mandat Mataram dalam menjalin kembali hubungan sejarah antara Ottoman dengan Mataram melalui kebudayaan, khususnya keris. Kita tahu bahwa keris telah diinskripsi oleh UNESCO menjadi salah satu warisan budaya dari Indonesia yang adhiluhung,” kata Coskun Yilmaz saat menerima kedatangan tim Yayasan Mandat Mataram di Museum Topkapi, Istanbul, Turki.

Direktur Museum Budaya dan Pariwisata Istanbul melihat hubungan sejarah bisa dibangun melalui perangkat kebudayaan. Pihaknya juga menawarkan adanya kerjasama kebudayaan melalui riset dan pameran kebudayaan dalam rangka memperingati hubungan Indonesia dan Turki.

Didampingi Kepala Museum Topkapi, Ayse Egdogdu, Direktur Museum Budaya dan Pariwisata mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Yayasan Mandat Mataram karena telah menghibahkan keris untuk melengkapi koleksi Museum Topkapi.

“Museum Topkapi sebagai museum kebanggaan masyarakat Turki sungguh sangat senang mendapatkan hibah koleksi keris dari Yayasan Mandat Mataram. Ke depan kami berharap hubungan baik ini terus berjalan dan berkelanjutan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Yayasan Mandat Mataran, Salim A. Fillah mengatakan bahwa misi Yayasan Mandat Mataram adl melestarikan seni budaya Indonesia melalui riset dan berbagai pengembangan strategis ke depan. Keris merupakan warisan agung budaya tak benda Indonesia yang sudah diakui UNESCO pada tanggal 25 November 2005.

“Kedatangan kami ke sini dalam rangka menjalin kembali hubungan persaudaraan antara Turki Utsmani dengan Nusantara yang pada masa Kesultanan Mataram telah dirintis oleh Sultan Agung. Hubungan ini coba kita bangun kembali dengan menghadiahkan sepasang keris bertangguh masa Sultan Agung dengan sunggingan modang berlambang Turki Utsmani”, katanya,” kata Salim A. Fillah.

Selain menyerahkan keris, Yayasan Mandat Mataram juga mengusulkan pameran kebudayaan Indonesia-Turki dalam rangka memperingati hubungan diantara kedua negara dan budaya. Humas Yayasan Mandat Mataram, Sujatmiko Dwi Atmojo menyatakan bahwa upaya membangun relasi ini sudah dilakukan selama beberarapa tahun dan mendapat berbagai respon positif dari pemerintah Turki.

“Kami sudah menjalin hubungan intensif sejak beberapa tahun lalu dengan berbagai stakeholder terkait di Turki maupun Indonesia guna mewacanakan dan menghidupkan kembali hubungan kedua negara ini. Alhamdulillah, dalam kunjungan ini respon positif diberikan oleh pemangku kepentingan di Turki melalui pameran kebudayaan yang akan dilakukan. Bahkan kami juga diajak berkeliling museum untuk melihat tempat pameran yang disediakan yang rencananya dilakukan di Museum Seni Islam dan Turki,” Ucapnya